dampak bahaya lampu TL (neon) dan LHE dan cara mengatasinya



Lampu pendar adalah lampu yang berbentuk tabung panjang atau bisa juga di sebut lampu TL (tubular lamp) atau lampu neon. Selain itu ada juga bentuk lain yang berukuran lebih kecil dengan tabung ditekuk menyerupai spiral, yang kita kenal dengan sebutan lampu hemat energi (LHE). Lampu pendar merupakan salah satu kategori lampu lucutan gas yang menggunakan daya listrik untuk mengeksitasi uap raksa. Uap raksa yang tereksitasi itu menghasilkan gelombang cahaya ultraungu yang pada gilirannya menyebabkan lapisan fosfor berpendar dan menghasilkan cahaya kasatmata. Lampu pendar mampu menghasilkan cahaya secara lebih efisien dari pada lampu pijar.

Oleh karena itu banyak sekali yang kita temui di sekitar kita ,entah itu di pabrik, kantor atau dirumah-rumah, yang dulunya memakai lampu pijar (bohlam, bolep) di gantikan menjadi lampu pendar karena lampu pendar mempunyai beberapa kelebihan yaitu, dapat menghemat pemakaian aliran listrik dan otomatis juga menghemat biaya rekening PLN. dan umur lampu lebih panjang dari pada lampu pijar. Juga dapat menghambat pemanasan global. Bahkan pemerintah Indonesia sendiri dulu perna merencanakan program penggantian lampu pijar dengan lampu pendar secara gratis.

Namun tahukah anda? Ternyata di balik dari semua keuntungan-keuntungan tersebut, lampu pendar ternyata mempunyai dampak atau efek samping yang berbahaya? Karena, di dalam setiap lampu pendar terdapat 5 miligram mercury, yang bentuk uap atau bubuk. Jika ceroboh menggunakannya, dapat membahayakan keselamatan, terutama untuk balita, anak-anak dan wanita hamil. Dengan catatan bahaya itu akan timbul jika bola lampu pecah. Uap raksa ini menkonversi energi listrik menjadi cahaya ultraviolet sehingga substansi fosfor pada tabung menjadi berpendar. Inilah bedanya lampu pijar dan lampu pendar. Kalau lampu pijar (bohlam, bolep) menyala sebab adanya tahanan di kumparan tungstennya. Tetapi kalau lampu pendar itu menyala karena berpendar. Jadi antara berpijar dan berpendar, berbeda jauh. Khusus untuk berpendar hanya membutuhkan sedikit energi, makanya lampu pendar watt-nya kecil.

Menurut laporan yang dikeluarkan lembaga penelitian Mercury Policy Project yang dibentuk negara bagian Maine dan Vermont Amerika Serikat, pemakaian lampu hemat energi disarankan untuk terus dilanjutkan. Namun ada hal-hal tertentu yang harus dipahami benar oleh konsumen. Seperti jangan menggunakannya untuk lampu meja terutama di rumah yang ada anak kecil atau binatang.

Sebab, beberapa miligram mercury dan uap raksa saja, sudah bisa meracuni metabolisme tubuh manusia. Apalagi bila terkena pada anak-anak, bisa menurunkan IQ dan berdampak panjang pada usia lanjut. Uap raksa ini adalah neurotoksin, ialah racun yang sangat berbahaya dan berakibat fatal pada otak dan ginjal. Jika mercury terakumulasi dalam tubuh dapat merusak sistem syaraf, janin dalam kandungan, dan jaringan tubuh anak-anak.

Kenapa penggunaan lampu pendar menggunakan mercury? Karena dapat menghemat energi 2/3 pembangkit listriknya. Cukup signifikan memang dibanding dengan penggunaan lampu pijar yang menkonsumsi banyak daya. Masih digunakannya mercury, karena memang belum ada pengganti sebaik mercury.

Namun jika lampu pendar sudah pecah berikut ini ada beberapa cara mengamankanya;

1. Sebelum anda membersihkannya langkah terpenting adalah jauhkan dari jangkauan anak anak dari ruangan. Lalu buka semua ventilasi ruangan (jendela, pintu) dan tinggalkan ruangan paling tidak 15 menit.

2.Matikan semua sistem ventilasi yang menggunakan kipas termasuk AC.

3.Bila lampu pecah di permukaan seperti lantai, ambilah pecahan kaca menggunakan kertas yang agak kaku atau karton dan tempatkan di kantong plastik.

4. Gunakan selotip atau isolasi untuk mengambil sisa sisa remah remah kaca.

5 .Seka lantai dengan lap basah dan buang di kantong plastik.

6.Jangan sekali kali menggunakan sapu atau vacuum cleaner untuk membersihkanpecahan kaca, karena akan memperluas sebaran debu serbuk merkuri.

7. Segera buang kantong plastik yang tutup rapat dengan membuangnya sejauh mungkin. (Kalo diluar negeri pembuangan sampah khususnya limbah lampu pendar diatur secara ketat, bahkan da recyling center khusus lampu pendar ini)

8. Cuci tangan anda.

9.Jika ada penghuni rumah yang masih anak-anak atau wanita hamil, jika pecaran lampu mengenai karpet. sebaiknya memotong karpet yang terkena serpihan dan membuangnya.

Jadi, sudah tahu kan bahaya bahaya yang terdapat pada lampu pendar atau lampu neon? nah, untuk menghindari bahaya yang timbul dari lampu pendar, Langkah yang terakhir anda dapat menggantinya lampu pendar dengan lampu LED (Light Emitting Diode). Karena lampu LED ini bebas dari Mercury yang berbahaya itu. Selain keunggulan lampu LED tidak menggandung mercury, keuntungan lainya lampu LED dapat menghemat energi listrik lebih dari 80%. Jadi lebih hemat di bandingkan dengan lampu pendar. apa apalagi dengan lampu pijar. Dan daya tahan lampu LED 60 kali kebih lama jika di bandingkan dengan lampu pijar (Incandescent light bulb) dan 10 kali lebih lama dibanding dengan lampu pendar ,neon (Fluorescent light).

referensi ;

Http://obyektif.com/tekno/read/tip_amankan_bahaya_lampu_hemat_energi___/

Http://id.wikipedia.org/wiki/Lampu_pendar

keyword
cara menanggulangi bahaya lampu TL neon | trik tips dampak lampu pendar LHE | apa itu lampu pendar , lampu pijar dan LED | lampu paling hemat energi | jenis jenis lampu


Responses

0 Respones to "dampak bahaya lampu TL (neon) dan LHE dan cara mengatasinya"

Categories

Recent Comments

Popular Posts

Labels

Return to top of page Copyright © 2011 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by Hack Tutors